Kebakaran Savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Terkendali, Polisi Tetapkan Tersangka

0
64
Suasana Gunung Bromo by Melvin Tan

Setelah sepekan berusaha mengatasi kebakaran yang melanda Savana di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, proses pemadaman akhirnya mulai terkendali. Namun, penyidikan kasus ini masih berlanjut di kepolisian, dengan satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meskipun titik api yang membakar Savana di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah mulai terkendali, kepulan asap masih terlihat di beberapa titik. Petugas terus berjaga-jaga untuk melakukan pendinginan agar api benar-benar padam dan tidak menimbulkan sumber api baru.

Meskipun kebakaran di Gunung Bromo di sisi Probolinggo telah berangsur padam, pada Rabu kemarin, titik api masih terlihat di Gunung Bromo sisi Kabupaten Malang. Sebagai respons, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memutuskan untuk menutup akses wisata ke Gunung Bromo dari wilayah Malang.

Upaya pemadaman dilakukan baik melalui jalur darat dengan memukul api dan ranting pohon maupun menggunakan water bombing dengan helikopter super Puma.

Sementara itu, penyidikan penyebab kebakaran lahan di Bromo terus dilakukan. Polisi telah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan manajer atau penanggung jawab wedding organizer yang menyelenggarakan foto prewedding di lokasi tersebut. Polisi mengungkap bahwa wedding organizer ini juga tidak memiliki izin untuk masuk ke kawasan konservasi hutan Gunung Bromo.

Sejumlah barang bukti, termasuk satu flare asap, kamera DSLR, gaun prewedding, dan beberapa foto hasil pemotretan di kawasan konservasi hutan Gunung Bromo, telah disita oleh polisi. Barang bukti ini dianggap cukup untuk menetapkan tersangka berinisial A, yang berusia 41 tahun, sebagai manajer atau penanggung jawab wedding organizer.

Selain menetapkan status tersangka pada manajer wedding organizer, lima orang lainnya, termasuk pasangan calon pengantin, telah dikenakan status Wajib Lapor sebagai saksi. Polisi tengah meminta keterangan ahli pidana untuk menentukan status pasti dari kelima saksi tersebut.

Baca Juga  Faraway Furniture Ungkap Daftar Desa Tercantik di Dunia

Kendati demikian, proses penyelidikan masih terus berlanjut, dan polisi berfokus pada kemungkinan adanya unsur kelalaian dari petugas yang berjaga di kawasan Gunung Bromo. Pihak berwenang juga akan mengevaluasi sosialisasi mengenai simaksi dan larangan penggunaan flare atau korek api bagi pengunjung.

Kepolisian akan segera menggelar gelar perkara untuk menentukan status pasti dari kelima saksi tersebut. Informasi lebih lanjut mengenai penyidikan kasus ini akan diungkap dalam waktu dekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here