Google search engine
HomeNewsMendorong Kemitraan UMKM dan Usaha Besar dalam Menghapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Mendorong Kemitraan UMKM dan Usaha Besar dalam Menghapus Kemiskinan Ekstrem di Indonesia

Batam, 4 Agustus 2023 – Satuan Tugas Percepatan Sosialisasi Undang-Undang Cipta Kerja (Satgas UUCK) terus mengambil langkah progresif dalam menjalankan misi pemerintah untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Setelah meraih kesuksesan di Medan, Sumatera Utara, Satgas kini berada di Kota Batam, Kepulauan Riau, untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menyoroti peran kemitraan antara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan usaha besar dalam mengimplementasikan UU Cipta Kerja.

Sekretaris Satgas UUCK, Arif Budimanta, menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini merupakan salah satu upaya konkret dalam merespons target Presiden Joko Widodo yang bertekad menghapus kemiskinan ekstrem hingga mencapai nol persen pada tahun 2024.

Dalam pembukaan FGD ini, Arif menyampaikan, “Diharapkan terjadi sebuah keadaan yang no one left behind atau tidak ada yang tertinggal dalam proses itu.

Adapun saat ini, presentase dari seluruh populasi yang mengalami kemiskinan ekstrem hanya sebesar 1,12 persen. Adapun, golongan masyarakat yang masuk kriteria kemiskinan ekstrem adalah mereka dengan jumlah penghasilan di bawah US$ 1,9.”

Menghapus kemiskinan ekstrem bukanlah sekadar tugas nasional, tetapi juga merupakan komitmen global yang tercermin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan target pencapaian pada tahun 2030.

Meskipun demikian, Presiden Jokowi telah menginstruksikan percepatan target menjadi 2024 melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2020 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Kemitraan antara UMKM dengan usaha besar menjadi salah satu fokus utama dalam UU Cipta Kerja. Arif menyatakan, “Jadi, kita akan membahas salah satu topik penting yang merupakan mandat dari UUCK atau UU Nomor 6 Tahun 2023. Salah satunya yakni tentang kemitraan.”

Pemerintah berharap kemitraan semakin kuat di Batam, dengan melibatkan usaha besar bersama UMKM. Telah terdapat contoh kolaborasi sukses antara pengusaha UMKM seperti Ilyas Karta dengan perusahaan besar PT. Pelita Karyasindo Perkasa, yang menjalin kemitraan dalam memasok suku cadang untuk Shimano Sepeda, merek internasional asal Jepang.

Baca Juga  Dj Dark - Beach Memories (August Session)

Shimano, yang dikenal sebagai produsen berbagai jenis suku cadang sepeda, seperti rem, RD (Rear Deraillieur) dan FD (Front Deraillieur), crank, pedal, dan aksesori lainnya, melibatkan pelaku UMKM dari Batam dalam proses Quality Control pabrik mereka di Singapura.

Keberhasilan contoh ini memberikan harapan kepada pemerintah untuk mendorong lebih banyak kemitraan serupa di antara UMKM di wilayah ini. Mengikutsertakan UMKM dalam rantai pasok atau supply chain usaha besar berpotensi meningkatkan perkembangan ekonomi di Batam.

Kemitraan semacam ini tak hanya berdampak pada pertumbuhan UMKM, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan lapangan kerja dan usaha berkelanjutan. UMKM, yang menyumbang 97 persen dari total lapangan kerja di Indonesia, akan menjadi kekuatan penting dalam misi menghapus kemiskinan ekstrem.

Tak dapat dipungkiri bahwa Batam, sebagai salah satu Kawasan Bebas atau Free Trade Zone di Indonesia, memegang peran strategis dalam mendukung proses industrialisasi nasional.

“Salah satu tujuan Pemerintah menjadikan Batam sebagai FTZ adalah untuk menopang proses industrialisasi di Indonesia, mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri,” ungkap Arif.

Dalam konteks ini, FGD tentang kemitraan menjadi ajang penting dalam merumuskan langkah-langkah kolaboratif untuk membangun Batam.

Acara ini menampilkan dua pembicara utama, yaitu Pakar Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. R.M. Gunawan Sumodiningrat, M.Ec, serta Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI), Ir. Made Dana Tangkas, M.Si., IPU, ASEAN Eng.

FGD juga melibatkan perwakilan dari berbagai kementerian, Pemerintah Kota Batam, dinas-dinas Kota Batam, pelaku usaha besar, dan UMKM di Batam.

Dengan semangat kemitraan yang semakin kokoh, harapan untuk menghapus angka kemiskinan ekstrem di Indonesia semakin mendekati kenyataan.

Kehadiran UMKM dalam aliran ekonomi nasional akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan cita-cita ini, sambil mengangkat kesejahteraan masyarakat Batam dan seluruh negeri.

Baca Juga  Hubungan Kemitraan Indonesia-Vietnam Diharapkan Terjalin Strategis Menurut Ketua DPR RI Puan Maharani
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments