UNESCO Tetapkan 4 Global Geopark Baru Indonesia

0
92
Goa Leang Salukang Kallang by Geopark Moros Pangkep

Berdasarkan hasil Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-216 yang diadakan di Paris, Indonesia berhasil meraih pengakuan atas empat geopark-nya sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Langkah ini diharapkan dapat menjadi “senjata” yang kuat untuk memperkuat sektor pariwisata Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia telah memiliki enam geopark yang telah diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark, yaitu Geopark Batur (2012), Geopark Gunung Sewu (2015), Gunung Rinjani (2018), Geopark Ciletuh (2018), Geopark Belitung (2020), dan Kaldera Danau Toba (2020).

Dengan tambahan empat geopark yang baru ditetapkan, jumlah geopark Indonesia yang tergabung dalam jaringan UNESCO Global Geopark menjadi sepuluh.

Keberhasilan ini diharapkan akan menjadi pendorong yang kuat untuk mempromosikan sektor pariwisata Indonesia secara lebih intensif, dengan harapan semakin banyak orang yang mengenal dan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Pertanyaan yang muncul adalah, geopark mana saja di Indonesia yang berhasil memperoleh pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark? Lantas, apa saja 4 geopark di Indonesia yang berhasil masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark?

Kawah Ijen by Maksym Ivashchenko

Ijen Geopark dengan blue fire memikat                                                                     

Ijen Geopark, yang berlokasi di provinsi Jawa Timur, telah berhasil masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark. Keunikan dari geopark ini mencakup unsur geologi, biologi, budaya, dan fenomena alam blue fire yang menjadi daya tarik utama di kawasan Gunung Ijen dan telah mendunia.

Geopark Ijen, yang membentang di wilayah administratif Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, menyimpan berbagai keistimewaan. Salah satu yang menonjol adalah keberadaan danau dengan tingkat keasaman tertinggi di dunia. Selain itu, kawasan ini juga dikenal memiliki 14 jenis flora, 27 jenis fauna, dan 6 jenis mamalia yang menambah kekayaan biodiversitasnya.Maros Pangkep Geopark

Baca Juga  DESTINASI WISATA KOTA TUA TERBAIK DI INDONESIA

Selanjutnya adalah geopark Maros Pangkep di Sulawesi Selatan. Geopark Maros Pangkep memiliki lanskap kelas dunia dengan tipe tower karst, yang menjulang tinggi dan tersusun dari bebatuan gamping yang khas.

Keunikan Geopark Maros Pangkep bukan sekadar memiliki lanskap karst kelas dunia. Geopark yang juga dikenal sebagai kawasan karst terbesar ke-2 di dunia, setelah Cina Selatan, memiliki flora dan fauna serta nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya yang tinggi.

Keunikan lain dari UNESCO Global Geopark Maros Pangkep ini adalah ratusan gua yang pernah menjadi tempat tinggal manusia prasejarah. Bahkan, gua-gua yang menjadi “rumah” bagi jutaan spesies kupu-kupu.

Air terjun Mukus By Geopark Marangin Jambi

Geopark Merangin Jambi

Geopark di Indonesia yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark lainnya adalah Geopark Merangin. Salah satu keunikan dari Geopark Merangin adalah terdapat fosil flora Jambi. Hal ini dibuktikan dari adanya fosil tanaman yang ditemukan pada sebagian formasi batuan yang diperkirakan sudah ada sejak 296 juta tahun silam.

Beragam fosil serta flora banyak ditemukan di area Geopark Merangin Jambi. Mulai lumut, tumbuhan runjung primitif, dan pakis menyebaran biji untuk bereproduksi. Situs purbakala tersbut juga menjadi salah satu spot rafting terbaik.

Uniknya, jika di destinasi anda harus berjalan untuk menemukan situs bersejarah, pada Geopark Marangin anda berkesempatan mengarungi Sungai Batang Merangin sambil menyaksikan fosil pada beberapa spot pemberhentian

Bersantai di Geopark Moros Pangkep by Geopark Moros Pangkep

Maros Pangkep Geopark: Permata Karst Sulawesi Selatan

Selanjutnya, Maros Pangkep Geopark di Sulawesi Selatan. Keunikan geopark ini terletak di lanskap karst kelas dunia dengan formasi tipe tower, menjulang tinggi dan terbuat dari batuan gamping khas.

Namun, pesona Geopark Maros Pangkep tidak sebatas pada pemandangan karst yang menakjubkan. Geopark juga merupakan salah satu kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Cina Selatan. Destinasi memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa serta nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya tinggi.

Baca Juga  Destinasi Wisata di Indonesia: Dari Layar Kaca ke Keindahan Nyata yang Mengagumkan

Tak cukup berhenti disana, UNESCO Global Geopark Maros Pangkep semakin unik lantaran keberadaan ratusan gua yang dulunya dihuni oleh manusia prasejarah. Bahkan, gua-gua tersebut juga menjadi tempat tinggal jutaan spesies kupu-kupu, menambah daya tarik alamiah memikat di geopark.

Gugusan Pulau Raja Ampart by Ernests Vega

Raja Ampat Geopark: Permata Baru di Jaringan UNESCO Global Geopark

Kembali satu lagi tambahan dalam daftar UNESCO Global Geopark di Indonesia, yaitu Raja Ampat. Geopark Raja Ampat menonjolkan gugusan kepulauan karst diperkirakan telah berusia sekitar 439 juta tahun, tersebar di sekitar Pulau Misool.

Tidak hanya itu, berbagai ekosistem laut yang kaya menjadi daya tarik utama mengapa Raja Ampat patut diakui sebagai UNESCO Global Geopark. Faktanya, Geopark Raja Ampat menjadi rumah bagi banyak jenis flora dan fauna laut endemik yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di dunia.

Apakah sobat travel telah mengunjungi langsung keajaiban baru ini di jaringan UNESCO Global Geopark di Indonesia?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here