Google search engine
HomeBudayaTRADISI LOMBA BALAP SAPI DARI MADURA BERNAMA KARAPAN SAPI

TRADISI LOMBA BALAP SAPI DARI MADURA BERNAMA KARAPAN SAPI

Suasana keseruan karapan sapi di Pulau Madura by Elke Szakacs

Sapi merupakan bagian penting dari perkembangan kebudayaan masyarakat Suku Madura dari Pulau Madura. Selain menjadi komoditas ternak paling besar di pulau, sapi juga memiliki peran dalam tradisi kearifan lokal setempat bernama Karapan Sapi.

Tradisi Karapan Sapi merupakan kesenian olah-raga tradisional berupa perlombaan adu balap sapi. Sebuah tradisi yang digelar untuk menyambut datangnya musim bercocok tanam di Pulau Madura.

Karapan Sapi sendiri digambarkan sebagai penampilan seorang penjoki kereta kayu yang diikatkan dengan sepasang sapi. Lantas sapi-sapi dipacu sekencang-kencangnya agar sampai garis finish untuk mengalahkan peserta lain.

Dengan intensitas keseruan lomba, Karapan Sapi selalu berhasil untuk menarik perhatian masyarakat. Tidak cukup ratusan, bahkan ribuan penonton dari segala usia rela berpanasan untuk menyaksikan jagoan balap memacu sapi.

Sejarah kemunculan tradisi

Tidak ada yang tahu secara pasti kapan tradisi Karapan Sapi hadir dalam kebudayaan Masyarakat Madura. Beragam versi cerita pun muncul mengenai bagaimana kemunculan sejarah tradisi karapan sapi.

Salah satu yang dianggap paling akurat adalah cerita yang berasal dari Syekh Ahmad Baidawi. Seorang pemuka agama Islam asal Kota Kudus yang tinggal di Kota Pamengkasan pada abad ke-17.

Selain menyebarkan ajaran Agama Islam, Syekh Ahmad Baidawi diceritakan memperkenalkan masyarakat setempat cara bercocok tanam menggunakan tenaga sepasang sapi.

Sapi tersebut diikatkan dengan sepasang bambu yang disebut dengan salaga atau bahasa umumnya garu. Selaga inilah yang hari ini kemudian menjadi cikal-bakal dari kereta kayu yang ditumpangi peserta Karapan Sapi.

Seiring berjalanya waktu, dimasa itu kebutuhan untuk menemukan sapi dengan kemampuan membajak sawah terbaik muncul dibenak masyarakat. Kegiatan uji coba kekuatan sapi pun digelar oleh warga setelah rutinitas bercocok tanam seharian,

Baca Juga  Tradisi-tradisi 17 Agustusan Dari Berbagai Daerah di Indonesia

Karena dianggap menarik olah masyarakat, rutinitas uji coba sapi pun kemudian berkembang dan mulai diatur untuk menjadi perlombaan lebih serius. Dari sanalah kemudian karapan sapi menjadi tradisi yang kita kenal saat ini.

Menurut pengertian bahasa, istilah Karapan Sapi diambil dari kata Kerap atau Kirap yang berarti ‘berangkat’ atau ‘dilepas bersama’. Berdasarkan versi cerita lain, ‘kerapan’ diambil dari Bahasa Arab ‘Kirabah’ yang artinya adalah persahabatan.

Bekembang menjadi pesta rakyat

Meskipun mulanya hanya sebatas pertunjukan tradisional sederhana, saat ini Karapan Sapi berkembang pesat menjadi turnamen kompetitif tahunan dari tingkat kecamatan, sampai tingkat karesiden Pulau Madura.

Tidak main-main, selain sang jawara karapan akan mendapatkan hadiah piala bergilir dan uang dengan nominal cukup besar. Sapi-sapi dari para jawara karapan akan ditawar oleh  para pembeli dengan harga tinggi.

Turnamen karapan terdiri dari 3 tahap perlombaan. Dimana setiap tahapan akan digelar untuk menentukan jawara disetiap tingkatan kemudian direkomendasikan mengikuti tingkatan berikutnya.

Pada tahapan pertama, perlombaan kerap disebut dengan Kerap Keni, atau Kerap Kecil. Acara ini merupakan ajang kecil-kecilan yang digelar untuk menentukan para jawara ditingkat kecamatan suatu kota.

Setelah itu, para jawara yang terkumpul  akan diikutkan kedalam turnamen selanjutnya yang bernama Kerap Raja, atau disebut Kerap Negara. Ajang karapan ini digelar menentukan jawara karapan se-tingkat kota di Pulau Madura.

Terakhir adalah ajang Kerap Karesiden. Kerapan ini merupakan babak final dari perlombaan Kerapan Sapi untuk tingkat se-Pulau Madura. Ajang ini diikuti oleh para jawara Karapan Sapi tingkat kota untuk diadu menententukan jawara terbaik.

Kapan Karapan Sapi digelar di Pulau Madura?

Sobat travel, menyaksikan Karapan Sapi secara langsung adalah kesempatan menarik untuk lebih dekat mengenal Suku Madura. Selain tentunya untuk menyaksikan tradisi balap sapi yang terkenal, bergam hal menarik lain pun bisa anda temukan di Pulau Madura.

Baca Juga  Tari Kecak Bali Sihir Mempesona Budaya dan Keindahan Seni Pertunjukan

Berkunjunglah saat bulan September dan Oktober. Pada bulan-bulan itu gelaran final Karapan Sapi se-karesidenan dilangsungkan. Ramai riuh suara pengunjung serta Tukang Tongkok, penjoki balap sapi, memacu pelananya sejauh kurang lebih 100 meter terdengar di sepanjang arena balap.

Ajang final Karapan Sapi sendiri biasanya akan di gelar di Kota Pamengkasan. Acara dibarengkan dengan beragam perayaan hari besar keagamaan dan perayaan acara kota. Anda akan dihibur oleh beragam pantai cantik kota, kuliner lezat, serta tentunya tradisi eksotis bernama Karapan Sapi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments