Pernikahan Adat Batak Toba: Memahami Ritual dan Kebesaran Budaya

0
119
Suasana pernikahan batak by Byrle

Pernikahan adalah ikatan suci antara seorang wanita dan pria, yang melibatkan janji untuk bersama sehidup semati di hadapan Tuhan. Di Indonesia, yang kaya akan budaya, kita menemukan beragam tradisi pernikahan berdasarkan adat istiadat setempat. Salah satu yang mencolok adalah pernikahan adat Batak Toba.

Proses pernikahan adat Batak Toba selalu menarik perhatian, bukan hanya karena kaya akan tradisi, tetapi juga karena memerlukan biaya yang cukup besar, menjadikannya sebagai pernikahan yang sering dianggap mahal.

Namun, bagaimana sebenarnya proses pernikahan adat Batak Toba ini dilakukan? Mari kita selami lebih dalam:

1. Tahap Pertama: Memilih Calon Pasangan

Proses dimulai dengan pemilihan calon pasangan, biasanya melibatkan peran aktif dari keluarga calon pengantin laki-laki. Tahap ini diperlukan ketika calon pengantin laki-laki adalah seorang yang sering merantau, sehingga kesempatan untuk mencari pasangan sendiri sangat terbatas.

2. Tahap Kedua: Mengele On (Memberikan Tanda)

Kemudian, datang tahap “mengele on,” di mana calon pengantin laki-laki memberikan tanda bahwa ia telah menemukan calon istrinya. Biasanya, tanda ini melibatkan pertukaran uang dari calon pengantin laki-laki kepada calon pengantin perempuan, serta pemberian kain sarung dari calon pengantin perempuan kepada calon pengantin laki-laki.

3. Tahap Ketiga: Marhusip (Perundingan Rahasia)

Marhusip adalah tahap di mana utusan dari kedua keluarga bertemu untuk melakukan perundingan rahasia. Biasanya, topik yang dibahas adalah maskawin dan hal-hal lain yang bersifat pribadi. Marhusip dilakukan di rumah calon pengantin perempuan.

4. Tahap Keempat: Martupol (Pertunangan)

Martupol adalah acara pertunangan dalam pernikahan adat Batak. Meskipun disebut pertunangan, ini adalah acara kedua di mana kedua pengantin dihadapkan di hadapan pengurus gereja untuk mengikat janji pernikahan. Acara ini biasanya diadakan di dalam gereja dan dihadiri oleh keluarga dan undangan.

Baca Juga  Merayakan Kemerdekaan: Tradisi Bersemangat dalam Menyambut Hari Kemerdekaan

5. Tahap Kelima: Marhata Sinamot (Pertemuan Resmi Keluarga)

Marhata sinamot adalah pertemuan resmi antara keluarga kedua pengantin. Di sini, segala detail teknis dan non-teknis untuk pesta pernikahan dibicarakan. Biasanya diadakan setelah martupol dan dihadiri oleh keluarga dari kedua belah pihak.

6. Tahap Keenam: Manjalo Palsu (Persiapan Teknis)

Manjalo palsu adalah tahap persiapan teknis untuk pesta pernikahan. Ini melibatkan mengumpulkan anggota keluarga dan teman-teman dekat untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk pesta.

7. Tahap Ketujuh: Palsu Parbagason (Pemberkatan Nikah)

Palsu parbagason adalah pemberkatan pernikahan yang dilakukan di gereja oleh Pendeta. Setelah pemberkatan di gereja, kedua pengantin dianggap sah menurut hukum gereja.

8. Tahap Kedelapan: Marunjuk Alwan Unjuk (Pesta Adat)

Marunjuk alwan unjuk adalah pesta adat yang meriah yang diadakan setelah pemberkatan di gereja. Di sini, pengantin perempuan diberkati oleh keluarga laki-laki dengan doa-doa dan pemberian ulos.

9. Tahap Kesembilan: Dialog Jual atau Mengikut Di Ampang

Tahap ini melibatkan proses membawa pengantin perempuan ke tempat tinggal pengantin laki-laki. Ini dapat dilakukan dengan mengantarkannya oleh keluarga perempuan atau dengan membawanya sendiri.

10. Tahap Kesepuluh: Ditaruhon Jual

Ditaruhon jual adalah tahap di mana pengantin perempuan dibawa ke rumah pengantin laki-laki jika pernikahan diadakan di rumah laki-laki. Ini adalah simbol pemisahan dari keluarga perempuan dan akan tinggal bersama keluarga laki-laki.

11. Tahap Kesebelas: Manikkir Tangga

Manikkir tangga adalah kunjungan resmi keluarga laki-laki ke rumah pengantin perempuan. Ini adalah saat di mana keluarga pengantin perempuan mengunjungi rumah pengantin laki-laki untuk makan bersama dan merayakan pernikahan.

12. Tahap Keduabelas: Pemisahan Rumah

Jika pengantin laki-laki bukan anak bungsu, ia akan dipisahkan dari rumah orang tuanya. Ini adalah tanda bahwa ia telah membentuk rumah tangga sendiri.

Baca Juga  Tari Kecak Bali Sihir Mempesona Budaya dan Keindahan Seni Pertunjukan

13. Tahap Ketigabelas: Manjalo Uneh

Manjalo uneh adalah kunjungan kembali antara keluarga kedua pasangan beberapa hari setelah pernikahan. Ini adalah waktu untuk saling berkunjung dan merayakan pernikahan dengan lebih santai.

Inilah tata cara pernikahan adat Batak yang lengkap. Pernikahan ini melibatkan banyak tahap dan ritual yang sarat dengan makna budaya dan nilai-nilai tradisional. Semua tahap ini menggambarkan kesatuan keluarga dan komunitas dalam pernikahan adat Batak, menjadikannya sebagai salah satu perayaan yang kaya akan makna.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here